Soal-Soal Matematika/Fungsi

Dari testwiki
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Banyaknya pemetaan yang mungkin dari A ke B yaitu n(B)n(A) untuk seluruh fungsinya.

Banyaknya pemetaan yang mungkin dari A ke B dalam fungsi bijektif yaitu n(n-1).

Sifat fungsi yaitu:

  1. Fungsi surjektif (fungsi onto atau fungsi kepada).

rumusnya: dari A ke B maka hasilnya BA.

contoh: A = {1, 2, 3, 4} dan B = {2, 4, 6} maka HP = {(1,2), (2,4), (3,6), (4,6)}

    1. Buktikan f(x)=x2-4 dengan batas-batas -3<x<3 merupakan fungsi surjektif!

Misalkan x = -2 maka y = 0, x = -1 maka y = -3 jadi sebagai berikut: HP = {(-2,0), (-1,-3), (0,-4), (1,-3), (2,0)}

Dalam tersebut adalah fungsi surjektif.

  1. Fungsi injektif (fungsi into atau fungsi ke dalam)

contoh: A = {1, 2, 3} dan B = {2, 4, 6, 8} maka HP = {(1,2), (2,4), (3,6)}

    1. Buktikan f(x)=3x dengan batas-batas -3<x<3 serta -9<y<=12 merupakan fungsi injektif!

Misalkan x = -2 maka y = -6, x = -1 maka y = -3 jadi sebagai berikut: HP = {(-2,-6), (-1,-3), (0,0), (1,3), (2,6)} (tapi untuk 3 bagi 9 itu tidak ada karena x harus kurang dari 3)

Dalam tersebut adalah fungsi injektif.

  1. Fungsi bijektif (fungsi satu-satu atau korespondensi satu-satu)

rumusnya: Banyaknya n untuk A dan B: n!.

contoh: A = {1, 2, 3, 4} dan B = {2, 4, 6, 8} maka HP = {(1,2), (2,4), (3,6), (4,8)}

    1. Buktikan f(x)=1/2x dengan batas-batas 1<x<7 merupakan fungsi bijektif!

Misalkan x = 2 maka y = 1/4, x = 3 maka y = 1/6 jadi sebagai berikut: HP = {(2,1/4), (3,1/6), (4,1/8), (5,1/10), (6,1/12)}

Dalam tersebut adalah fungsi bijektif.

  1. Bukan Fungsi surjektif dan injektif

contoh: A = {1, 2, 3} dan B = {2, 4, 6, 8} maka HP = {(1,2), (2,4), (3,4)}

Dalam pembuktian sebagai berikut:

f:A -> B : x -> y

Kalau membuktikan bahwa f(x) bersifat surjektif maka ∀y ∈ B, ∃x ∈ A, y = f(x).

Kalau membuktikan bahwa f(x) bersifat injektif maka ∀p,q ∈ A, f(p) = f(q) ⟹ p = q.

Kalau membuktikan bahwa f(x) bersifat bijektif maka memiliki fungsi surjektif dan injektif sekaligus.

contoh

  1. Apakah f:R -> R : x -> x3 merupakan fungsi bijektif?
Membuktikan f(x) merupakan fungsi surjektif
Ambil sembarangan y ∈ B
y = x3
x = y3 ∈ R

maka terbukti f(x) tersebut adalah fungsi surjektif.

Membuktikan f(x) merupakan fungsi injektif
Misalkan f(p) = f(q) dimana p,q ∈ R
p3 = q3
(p)33 = (q)33
p = q

maka terbukti f(x) tersebut adalah fungsi injektif.

karena f(x) terbukti merupakan fungsi surjektif dan injektif jadi f(x) merupakan fungsi bijektif.

operasi aritmetika fungsi

  • f(x)+g(x) = (f+g) x
  • f(x)-g(x) = (f-g) x
  • f(x).g(x) = (f.g) x
  • f(x)g(x)=(fg)x

bentuk fungsi lain

Domain disebut daerah asal sedangkan kodomain atau range disebut daerah hasil

Beberapa fungsi-fungsi sebagai berikut:

  1. Fungsi linear

contoh soal

1 tentukan daerah asal serta hasil dari y = 5x+2!

daerah asal: HP=x|−∞<x<∞,x∈R
daerah hasil: HP=y|−∞<y<∞,y∈R

  1. Fungsi kuadrat
Sumbu simetri dan harga ekstrem/titik balik

fungsi kuadrat y=ax2+bx+c

persamaan fungsi kuadrat sebagai berikut:

y = a(x-x1)(x-x2)
y = a(x-xp)2+yp

sumbu simetri adalah x = −b2a, nilai maksimum/minimum adalah −D4a serta titik puncak/titik balik adalah (−b2a,−D4a).

Kriteria akar-akar
Pernyataan
D>0 D=0 D<0
a>0 (terbuka ke atas; nilai minimum) memotong menyinggung tidak memotong dan tidak menyinggung
a<0 (terbuka ke bawah; nilai maksimum)

contoh soal

1 tentukan daerah asal serta hasil dari y = x2+5x+4! cari sumbu simetri x yaitu -b/2a adalah -5/2(1) = -5/2 serta hasil y yaitu (-5/2)2+5(-5/2)+4 = -9/4.

daerah asal: HP=x|−∞<x<∞,x∈R
daerah hasil: HP=y|y≥−94,y∈R

2 tentukan sumbu simetri dan titik balik dari persamaan y = x2-4x+3!

cara 1
Jawaban

y=x2−4x+3x=−−42⋅1=2y=−(−4)2−4⋅1⋅34⋅1=−44=−1

cara 2
Jawaban

y=x2−4x+3x=−−42⋅1=2y=22−4(2)+3=−1

cara 3
Jawaban

y=x2−4x+3y′=02x−4=0x=2y=22−4(2)+3=−1

sumbu simetri x=2 dan titik baliknya (2,-1).

  1. agar garis lurus y=x-10 memotong parabola y=x2-(m-1)x+6 maka berapa batasan nilai m serta titik potongnya?
Pembuktian

y=x−10y=x2−(m−1)x+6x−10=x2−(m−1)x+6x−10=x2−mx+x+6x2−mx+16=0syarat memotong yaitu D>0(−m)2−4(1)(16)>0m2−64>0harga nol m2−64=0(m−8)(m+8)=0m1=8 atau m2=−8batasan melalui irisan menjadi m<−8 atau m>8untuk m1=8x2−8x+16=0(x−4)2=0x=4y=4−10=−6titik potong adalah (4,6) untuk m2=−8x2+8x+16=0(x+4)2=0x=−4y=−4−10=−14titik potong adalah (-4,-16) 

  1. agar garis lurus y=2x-1 menyinggung parabola y=mx2+(m-5)x+8 maka berapa nilai m serta titik singgungnya?
Pembuktian

y=2x−1y=mx2+(m−5)x+82x−1=mx2+(m−5)x+82x−1=mx2+mx−5x+8mx2+mx−7x+9=0mx2+(m−7)x+9=0syarat menyinggung yaitu D=0(m−7)2−4(m)(9)=0m2−14m+49−36m=0m2−50m+49=0(m−1)(m−49)=0m1=1 atau m2=49nilainya m=1 atau m=49untuk m1=1x2−6x+9=0(x−3)2=0x=3y=2(3)−1=5titik singgung adalah (3,5) untuk m2=4949x2+42x+9=0(7x+3)2=0x=−37y=2(−37)−1=−137titik singgung adalah (−37,−137)

  1. agar garis lurus y=2mx-1 tidak memotong dan tidak menyinggung parabola y=x2-x+3 maka berapa batasan nilai m?
Pembuktian

y=2mx−1y=x2−x+32mx−1=x2−x+3x2−2mx−x+4=0x2+(−2m−1)x+4=0syarat tidak memotong dan tidak menyinggung yaitu D<0(−2m−1)2−4(1)(4)<04m2+4m+1−16<04m2+4m−15<0harga nol 4m2+4m−15=0(2m−3)(2m+5)=0m1=32 atau m2=−52batasan melalui irisan menjadi −52<m<32

  1. tentukan nilai k dan titik potongnya jika garis lurus y=x+k memotong parabola y=x2-4x+3 yang berabsis 6!
Pembuktian

y=x2−4x+3=62−4(6)+3=15y=x+k15=6+kk=9y=x2−4x+3y=x+9x+9=x2−4x+3x2−5x−6=0(x−6)(x+1)=0x1=6 atau x2=−1untuk x1=6y=6+9=15untuk x2=−1y=−1+9=8titik potongnya adalah (-1,8) dan (6,15) 

gambar fungsi
D > 0
Terdapat 2 titik terbuka
D = 0
Terdapat 1 titik terbuka
D < 0
Tidak terdapat titik terbuka
a > 0 Melengkung ke atas dari titik balik
a < 0 Melengkung ke bawah dari titik balik
  1. Fungsi akar

contoh soal

1 tentukan daerah asal serta hasil dari y=2x+1!

cari batasan sumbu x yaitu 2x + 1 ≥ 0 adalah x ≥ -1/2.

daerah asal: HP=x|x≥−12,x∈R
daerah hasil: HP=y|y≥0,y∈R

  1. Fungsi pecahan

contoh soal

1 tentukan daerah asal serta hasil dari y=2x+13x−1!

daerah asal: HP=x|x≠13,x∈R
daerah hasil: HP=y|y≠23,y∈R

2 tentukan daerah asal serta hasil dari y=x2−4x−5x2−x−6!

daerah asal: HP=x|x≠−2,3,x∈R
daerah hasil: HP=y|−∞<y<1 v <1<y<∞,y∈R

3 tentukan daerah asal serta hasil dari y=x2+x−202x+3!

daerah asal: HP=x|x≠−32,x∈R
daerah hasil: HP=y|−∞<y<∞,y∈R

Pembuatan grafik
fungsi pecahan linear ax+bpx+q dengan p≠0.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. titik potong sumbu x ((-b/a,0))
  2. titik potong sumbu y ((0,b/q))
  3. asymtot tegak (x=-q/p)
  4. asymtot datar (y=a/p)
  5. titik-titik lainnya
fungsi pecahan kuadrat ax2+bx+cpx2+qx+r dengan {a,p}≠0.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. titik potong sumbu x (ax2+bx+c=0)
  2. titik potong sumbu y ((0,c/r))
  3. asymtot tegak (px2+qx+r=0)
  4. asymtot datar (y=a/p)
  5. harga ekstrem/titik balik (cari diskriminan dari persamaan yang bernilai y dimana y sebagai misalnya serta syarat D ≥ 0. kalau y didapat tinggal cari x nya)
  6. titik potong tegak dengan asymtot datar (cari nilai x dimana y adalah asymtot datar)
  7. titik-titik lainnya
fungsi pecahan kuadrat linear ax2+bx+cpx+q dengan {a,p}≠0.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. titik potong sumbu x (ax2+bx+c=0)
  2. titik potong sumbu y ((0,c/q))
  3. asymtot tegak (x=-q/p)
  4. asymtot miring (hasil bagi dari pembilang dengan penyebut)
  5. harga ekstrem/titik balik (cari diskriminan dari persamaan yang bernilai y dimana y sebagai misalnya serta syarat D ≥ 0. kalau y didapat tinggal cari x nya)
  6. titik-titik lainnya
fungsi pecahan linear kuadrat ax+bpx2+qx+r dengan p≠0.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. titik potong sumbu x ((-b/a,0))
  2. titik potong sumbu y ((0,b/r))
  3. asymtot tegak (px2+qx+r=0)
  4. asymtot datar (y=0)
  5. harga ekstrem/titik balik (cari diskriminan dari persamaan yang bernilai y dimana y sebagai misalnya serta syarat D ≥ 0. kalau y didapat tinggal cari x nya)
  6. titik potong tegak dengan asymtot datar (cari nilai x dimana y adalah asymtot datar)
  7. titik-titik lainnya
  1. Fungsi mutlak

Fungsi mutlak adalah setiap fungsi memiliki aturan nilainya mutlak dan selalu bernilai positif. rumus: |f(x)|={x untuk x≥0−x untuk x<0

contoh soal

1 tentukan daerah asal serta hasil dari y = |2x + 1]!

cari batasan sumbu x yaitu 2x + 1 = 0 adalah 0.

daerah asal: HP=x|−∞<x<∞,x∈R
daerah hasil: HP=y|y≥0,y∈R

  1. Fungsi sepenggal (piecewise)

Fungsi sepenggal adalah setiap fungsi dari daerah hasil memiliki beberapa fungsi dari daerah asal yang berbeda. contoh: f(x)={2x−3 untuk x≥32x untuk x<32, f(x)={cosx untuk x≥0sinx untuk x<0

  1. Fungsi tangga

Fungsi tangga adalah fungsi yang bernilai konstan pada interval-interval dimana ia didefinisikan. Fungsi tangga terbagi tiga jenis yaitu

    1. Fungsi atap

Fungsi atap disebut juga fungsi bilangan bulat terkecil. Dilambangkan sebagai berikut: f(x)=⌈x⌉=atap(x) dan rumus ⌈x⌉=minm∈Z,m≥x. Contoh: ⌈0,8⌉=1, ⌈2,4⌉=3 dan ⌈−3,5⌉=−3

sifat-sifat:

  • ⌈x⌉=x jika x bulat
  • x≤⌈x⌉<x+1
  • ⌈x⌉=n maka n−1<x≤n
  • n<⌈x⌉ maka n<x
  • ⌈x⌉≤n maka x≤n
  • ⌈x+n⌉=⌈x⌉+n
  • ⌈x⌉+⌈y⌉≥⌈x+y⌉
  • ⌈xy⌉≥⌈x⌉⋅⌈y⌉
    1. Fungsi lantai

Fungsi lantai disebut juga fungsi bilangan bulat terbesar. Dilambangkan sebagai berikut: f(x)=⌊x⌋=lantai(x) dan rumus ⌊x⌋=maxm∈Z,m≤x. Contoh: ⌊4,27⌋=4, ⌈5,69⌉=5 dan ⌊−7,5⌋=−8

sifat-sifat:

  • ⌊x⌋=x jika x bulat
  • x−1<⌊x⌋≤x
  • ⌊x⌋=n maka n<x≤n+1
  • ⌊x⌋<n maka n<x
  • n≤⌊x⌋ maka x≤n
  • ⌊x+n⌋=⌊x⌋+n
  • ⌊x⌋+⌊y⌋≤⌊x+y⌋
  • ⌊xy⌋≤⌊x⌋⋅⌊y⌋
    1. Fungsi pembulatan

Dilambangkan sebagai berikut: f(x)=[x]=int(x). Contoh: [8,2] = 8, [9,7] = 10 dan [10,5] = 11

tambahan;
  • x = ⌊x⌋+{x}
hubungan fungsi atap dan fungsi lantai
  • x−1<⌊x⌋≤⌈x⌉<x+1
  • −⌊x⌋=⌈−x⌉
  • ⌊−x⌋=−⌈x⌉
  • ⌈x⌉−⌊x⌋ = 0 (?) jika x bulat
  • ⌈x⌉−⌊x⌋ = 1 jika x takbulat
  1. Fungsi eksponensial

rumus: f(x) = ax

  1. Fungsi logaritma

rumus: f(x) = alog x, a>0, x>0, a≠1

Tambahan soal
  • Tentukan hasil nilai dibawah ini!
  1. f(1) jika f(263x−1)=16x2−1
  2. f(2) jika f(3x−5)=log5x
  3. f(10) jika f(6) = 61 serta f(6)⋅f(56)=f(6)+25f(56)
  4. f(2025) jika x3f(x)+f(2−x)=3x+3x4

1

Jawaban

f(263x−1)=16x2−1 anggap bahwa f(1)=f(263x−1)1=263x−13x−1=263x=273x=33x=3 nah x adalah 3 16x2−1=1632−1=168=2f(1)=2

2

Jawaban

f(3x−5)=log5x anggap bahwa f(2)=f(3x−5)2=3x−53x−5=223x−5=43x=93x=32x=2 nah x adalah 2 log5x=log5(2)=log10=1f(2)=1

3

Jawaban

f(6)⋅f(56)=f(6)+25f(56)61f(56)=61+25f(56)36f(56)=61f(56)=6136f(56)=1+2536f(56)=1+5262f(56)=1+(56)2f(x)=1+x2f(x)=1+x2f(10)=1+102=101

4

Jawaban

x3f(x)+f(2−x)=3x+3x4jika f(x) adalah f(2025) maka x3f(2025)+f(−2023)=3x+3x4jika f(2-x) adalah f(2025) maka x3f(−2023)+f(2025)=3x+3x4eliminasi untuk kedua persamaan menjadi x6f(2025)−f(2025)=(x3−1)(3x+3x4)f(2025)(x6−1)=(x3−1)3x(x3+1)f(2025)(x6−1)=3x(x6−1)f(2025)=3xf(2025)=3(2025)f(2025)=6075

Fungsi ganjil dan genap

fungsi ganjil apabila f(x) = -f(-x) serta fungsi genap apabila f(x) = f(-x).

contoh soal Apakah fungsi ganjil atau genap sebagai berikut:

  • f(x) = x2
  • f(x) = x7
  • f(x) = x2 sin x
  • f(x) = x2 cos 3x
jawaban
  • f(x) = x2 -> f(-x) = (-x)2
f(-x) = x2 = f(x) -> fungsi genap
  • f(x) = x7 -> f(-x) = (-x)7
f(-x) = -x7 = f(x) -> fungsi ganjil
  • f(x) = x2 sin x -> f(-x) = (-x)2 sin (-x)
f(-x) = x2 (- sin x) = -x2 sin x = -f(x) -> fungsi ganjil
  • f(x) = x2 cos x -> f(-x) = (-x)2 cos (-3x)
f(-x) = x2 cos x = f(x) -> fungsi genap