Kalkulus/Aljabar

Dari testwiki
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Aturan aritmatika dan aljabar

Aturan-aturan berikut ini benar untuk semua a, b, dan c, dimana a, b, dan c merupakan angka, variabel, fungsi, atau persamaan lain yang lebih kompleks yang didalamnya terdapat angka, variabel, dan/atau fungsi.

Penjumlahan

  • Sifat komutatif: a+b=b+a.
  • Sifat asosiatif: (a+b)+c=a+(b+c).
  • Identitas penjumlahan: a+0=a.
  • Invers penjumlahan: a+(−a)=0.

Pengurangan

  • Definisi: a−b=a+(−b).

Perkalian

  • Sifat komutatif: a×b=b×a.
  • Sifat asosiatif: (a×b)×c=a×(b×c).
  • Identitas perkalian: a×1=a.
  • Invers perkalian: a×1a=1, a≠0
  • Sifat distributif: a×(b+c)=(a×b)+(a×c).

Pembagian

  • Definisi: ab=a×1b, b≠0.

Coba lihat contoh dibawah ini untuk melihat bagaimana aturan-aturan diatas dipraktikkan.

(x+2)(x+3)x+3 = [(x+2)×(x+3)]×(1x+3) (dari definisi pembagian)
= (x+2)×[(x+3)×(1x+3)] (dari sifat asosiatif perkalian)
= ((x+2)×(1)),x≠−3 (dari sifat invers perkalian)
= x+2,x≠−3. (dari identitas perkalian)

Tentu saja, cara diatas jauh lebih panjang daripada hanya mencoret x+3 dari pembilang dan penyebut. Tapi, dengan mencoret, sebenarnya kamu juga melakukan tahapan diatas, hanya saja lebih dipersingkat. Dengan tahapan diatas, diharapkan kamu benar-benar memahami aturan-aturan yang ada.

Notasi interval

Ada beberapa sedikit perbedaan simbol yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu interval (semua angka yang berada di antara 2 angka) spesifik tertentu. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan pertidaksamaan. Jika kita ingin menyatakan semua angka yang berada di antara, katakan, 2 dan 4, maka kita dapat menuliskannya "semua x yang memenuhi 2<x<4". Tanda ini menunjukkan bahwa titik 2 dan 4 tidak termasuk karena kita menggunakan tanda ≤. Jika kita ingin memasukkan titik 2 dan 4 juga, maka kita menuliskannya dengan "semua x yang memenuhi 2≤x≤4".

Cara lain yang dapat digunakan untuk menuliskan interval ini adalah dengan menggunakan notasi interval. Jika kita ingin menuliskan "semua x yang memenuhi 2<x<4" maka kita dapat menuliskannya dengan (2,4). Dengan notasi ini, titik 2 dan 4 tidak termasuk dalam interval. Jika kita mau memasukkan titik 2 dan 4 juga, maka penulisannya menjadi [2,4]. Jika kita hanya ingin memasukkan titik 2 saja tanpa titik 4 ke dalam interval, maka penulisannya menjadi [2,4); jika hanya titik 4 saja tanpa titik 2, penulisannya menjadi (2,4].

Maka, kita memiliki beberapa notasi interval berikut ini:

Kondisi Notasi pertidaksamaan Notasi interval
2 dan 4 termasuk dalam penyelesaian semua x yang memenuhi 2≤x≤4
[2,4]
2 dan 4 tidak termasuk dalam penyelesaian semua x yang memenuhi 2<x<4
(2,4)
2 termasuk tapi 4 tidak termasuk dalam penyelesaian semua x yang memenuhi 2≤x<4
[2,4)
2 tidak termasuk tapi 4 termasuk dalam penyelesaian semua x yang memenuhi 2<x≤4
(2,4]

Secara umum, kita memiliki tabel berikut ini:

Arti Notasi interval Notasi set
Semua bilangan yang lebih besar atau sama dengan a dan lebih kecil atau sama dengan b [a,b] {x:a≤x≤b}
Semua bilangan yang lebih besar dari a dan lebih kecil dari b (a,b) {x:a<x<b}
Semua bilangan yang lebih besar atau sama dengan a dan lebih kecil dari b [a,b) {x:a≤x<b}
Semua bilangan yang lebih besar dari a dan lebih kecil atau sama dengan b (a,b] {x:a<x≤b}
Semua bilangan yang lebih besar atau sama dengan a. [a,∞) {x:x≥a}
Semua bilangan yang lebih besar dari a. (a,∞) {x:x>a}
Semua bilangan yang lebih kecil atau sama dengan a. (−∞,a] {x:x≤a}
Semua bilangan yang lebih kecil dari a. (−∞,a) {x:x<a}
Semua bilangan memenuhi (−∞,∞) {x:x∈ℝ}

Perlu dicatat bahwa ∞ dan −∞ harus selalu memakai kurung biasa (bukan kurung siku) karena ∞ bukan angka dan dengan begitu tidak termasuk dalam himpunan. ∞ hanyalah sebuah simbol yang tujuannya hanya untuk memudahkan penulisan.

Interval dengan kurung biasa (a,b) disebut interval terbuka, dan interval dengan kurung siku [a,b] disebut interval tertutup.

Kita dapat menggunakan lambang ∈ untuk menunjukkan apakah sebuah elemen termasuk di dalam interval. Contohnya, 2∈[1,3]. Sedangkan, simbol ∉ digunakan apabila sebuah elemen tidak termasuk dalam interval. Sebagai contoh 0∉(0,1).

Eksponen dan radikal

Ada beberapa aturan dalam eksponen dan radikal yang harus selalu anda ingat. Sebagai definisinya, jika n merupakan angka bulat positif maka an menyatakan n faktor dari a. Maka:

an=a⋅a⋅a⋯a(nkali).

Jika a≠0 maka kita dapat mengatakan bahwa a0=1.

Jika n merupakan bilangan bulat positif maka kita dapat menyatakan a−n=1an.

Jika kita mempunyai eksponen yang berupa bilangan pecahan maka kita dapat menyatakannya sebagai am/n=amn=(an)m.

Berikut ini adalah beberapa aturan dalam eksponen:

Aturan Contoh
an⋅am=an+m 36⋅39=315
anam=an−m x3x2=x1=x
(an)m=an⋅m (x4)5=x20
(ab)n=anbn (3x)5=35x5
(ab)n=anbn (73)3=7333.

Faktor dan akar faktor

Jika kita mempunyai pernyataan x2+3x+2, maka mungkin muncul pertanyaan "berapa nilai x yang membuat pernyataan ini bernilai nol?". Jika kita memfaktorkannya maka kita akan mendapatkan:

x2+3x+2=(x+2)(x+1).

Jika x=-1 atau -2, maka salah satu factor di sebelah kanan akan menjadi nol. Maka, nilai pernyataan tersebut pasti akan menjadi nol juga. Maka, dengan memfaktorkan kita dapat menemukan nilai x yang menjadikan penyataan tersebut bernilai nol. Nilai -1 dan -2 inilah yang disebut dengan "akar faktor". Secara umum, jika ada suatu polinomial kuadrat px2+qx+r dengan faktor-faktornya

px2+qx+r=(ax+c)(bx+d)

Maka kita mempunyai nilai x=-c/a dan x=-d/b sebagai akar-akar polinomial.

Ada kasus khusus pada polinomial a2−b2. Pada pernyataan ini, kita dapat memfaktorkannya sebagai

a2−b2=(a+b)(a−b).

Sebagai contoh, 4x2−9. Kalau kita lihat, keduanya mempunyai akar kuadrat (2x)2=4x2 and 32=9). Maka, dengan mengaplikasikan aturan diatas, kita dapat memfaktorkannya menjadi:

4x2−9=(2x+3)(2x−3).

Rumus abc
Akar-akar dari persamaan kuadrat ax2+bx+c=0,a≠0 dapat dicari dengan rumus ABC, yaitu:
x=−b±b2−4ac2a.

Contoh Carilah akar-akar dari persamaan kuadrat 4x2+7x−2

Jawaban: Dengan menggunakan rumus abc:a=4,b=7,c=−2, maka:
x=−7±72−4(4)(−2)2(4)

x=−7±49+328

x=−7±818

x=−7±98

x=28,x=−168

x=14,x=−2

Menyederhanakan pernyataan rasional

Anggaplah ada 2 polinomial:

p(x)=anxn+an−1xn−1+⋯+a1x+a0

dan

q(x)=bmxm+bm−1xm−1+⋯+b1x+b0.

Jika kita ingin membagi polinomial p(x) dengan q(x) maka akan menjadi:

p(x)q(x)=anxn+an−1xn−1+⋯+a1x+a0bmxm+bm−1xm−1+⋯+b1x+b0.

Rasio dari 2 polinomial tersebut disebut dengan ekspresi rasional. Banyak di antaranya kita dapat menyederhanakannya, seperti misalnya x2−1x+1.. Kita dapat menyederhanakannya menjadi:

x2−1x+1=(x+1)(x−1)x+1=x−1,x≠−1

Beberapa rumus perkalian polinomial

Berikut ini adalah beberapa rumus perkalian polinomial yang (mungkin) harus anda ketahui untuk menyelesaikan polinomial:

(a+b)2=a2+2ab+b2
(a−b)2=a2−2ab+b2
(a−b)(a+b)=a2−b2
(a±b)3=a3±3a2b+3ab2±b3
a3±b3=(a±b)(a2∓ab+b2)

Pembagian polinomial

Jika kita ingin membagi polinomial satu dengan polinomial lainnya, maka kita dapat menggunakan pembagian bersusun.

Contoh Bagilah x2−2x−15 dengan x+3!

Jawaban:

x−5x+3)x2−2x−15−(x2+3x)_−5x−15−(−5x−15)_0